Jet Tempur F-35 Laris Manis! Pengiriman Pecah Rekor, Dunia Berebut

Rekor Sejarah 2025: Lockheed Martin Kirim 191 Unit F-35, Dominasi Langit Global Tak Terbendung

WASHINGTON D.C. – Industri aviasi militer dunia mencatatkan tonggak sejarah baru pada tahun 2025. Lockheed Martin resmi mengumumkan pengiriman 191 unit jet tempur F-35 Lightning II sepanjang tahun, memecahkan rekor tertinggi sebelumnya yang berada di angka 142 unit.

Lonjakan produksi ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal kuat dominasi Amerika Serikat dan sekutunya dalam peta kekuatan udara generasi kelima. Dengan laju produksi lima kali lebih cepat dibandingkan jet tempur pesaing, F-35 kini menjadi tulang punggung pertahanan global dengan populasi mencapai hampir 1.300 pesawat di seluruh dunia.

Sinergi Raksasa: Di Balik Dapur Produksi F-35

Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi “Empat Besar” industri pertahanan. Lockheed Martin sebagai kontraktor utama didukung penuh oleh:

  • Northrop Grumman: Bertanggung jawab atas sistem radar dan sensor canggih.

  • BAE Systems: Mengelola sistem peperangan elektronik dan badan pesawat bagian belakang.

  • RTX (Raytheon): Menyuplai mesin Pratt & Whitney F135 yang menjadi jantung pacu pesawat.

Kemitraan ini berhasil menuntaskan pembaruan perangkat lunak Technology Refresh 3 (TR-3), yang memberikan kemampuan komputasi lebih tinggi untuk menghadapi ancaman siber dan elektronik modern.


Ekspansi Global: Eropa dan Asia Semakin Solid

Tahun 2025 juga menandai kepercayaan internasional yang kian menebal terhadap platform ini. Beberapa poin penting perkembangan global meliputi:

  1. Penambahan Armada: Italia menambah 25 unit dan Denmark menambah 16 unit untuk memperkuat sayap timur NATO.

  2. Operasional Baru: Finlandia meluncurkan unit pertamanya, sementara Belgia resmi menyambut kedatangan F-35 di pangkalannya sendiri.

  3. Kontrak Raksasa: Kesepakatan Lots 18-19 senilai US$24 miliar telah ditandatangani untuk pengiriman hingga 296 unit tambahan di masa depan.


Analisis Strategis: Mengapa F-35 Sulit Dikalahkan?

Selain kemampuan siluman (stealth), ada tiga alasan mengapa F-35 tetap menjadi pilihan utama meski banyak pesaing baru muncul:

1. Efek Getar (Deterrence Effect)

F-35 bukan hanya pesawat tempur, melainkan “sensor berjalan”. Dengan kemampuan berbagi data secara real-time ke kapal perang, tank, dan unit infanteri, F-35 berfungsi sebagai pusat komando di udara yang membuat koordinasi tempur lawan menjadi kacau.

2. Efisiensi Biaya Jangka Panjang

Melalui kontrak Air Vehicle Sustainment terbaru, Lockheed Martin fokus pada penurunan biaya per jam terbang. Dengan populasi pesawat yang sangat besar, biaya pemeliharaan menjadi lebih efisien dibandingkan pesawat tempur yang hanya diproduksi dalam jumlah kecil.

3. Tiga Varian untuk Segala Medan

  • F-35A: Versi konvensional untuk landasan pacu standar (paling banyak digunakan).

  • F-35B: Kemampuan lepas landas pendek dan mendarat vertikal (STOVL), ideal untuk kapal induk kecil atau pangkalan terpencil.

  • F-35C: Varian khusus kapal induk besar dengan struktur sayap yang lebih kuat dan jangkauan lebih jauh.


Intisari Berita: Mengapa Informasi Ini Kredibel?

Laporan ini didasarkan pada rilis resmi Lockheed Martin melalui PR Newswire dan diperkuat dengan data kontrak dari Joint Program Office (JPO). Pencapaian satu juta jam terbang pada awal 2025 menjadi bukti empiris bahwa F-35 bukan lagi sekadar prototipe, melainkan platform yang telah teruji dalam misi tempur nyata (combat proven). Dukungan berkelanjutan dari kongres AS dan negara-negara mitra memastikan bahwa ekosistem suku cadang dan pembaruan teknologi akan tersedia hingga 40-50 tahun ke depan.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan teknologi terbaru ke tangan para prajurit guna menghadapi dan mengalahkan setiap ancaman,” tegas Chauncey McIntosh, Wakil Presiden Program F-35.

dewadepo

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*