Fenomena iPhone 17 Pro Max: Baru 5 Bulan Rilis, Jadi Raja Pasar Tukar Tambah di AS
CALIFORNIA – Belum genap setengah tahun sejak peluncuran globalnya pada September lalu, iPhone 17 Pro Max kini justru mendominasi pasar ponsel bekas. Laporan terbaru dari platform riset harga ponsel, SellCell, mengungkapkan tren mengejutkan di mana flagship terbaru Apple ini menjadi perangkat yang paling banyak dijual kembali (trade-in) di Amerika Serikat.
Berdasarkan data yang dihimpun dari 40 pembeli independen, volume tukar tambah iPhone 17 Pro Max meroket tajam. Dari hanya 5,1% pada November, angka ini melonjak drastis menjadi 11,5% pada awal Februari 2026.
Mengapa Pengguna Menjual iPhone 17 Pro Max Begitu Cepat?
Menariknya, lonjakan penjualan ini bukan dipicu oleh kerusakan produk. Data menunjukkan bahwa 86% unit yang dijual kembali berada dalam kondisi “Prima” (Mint) atau “Baik”. Artinya, pemilik melepaskan perangkat mereka dalam keadaan hampir baru.
Berikut adalah beberapa poin intisari dari laporan tersebut:
-
Aset Jangka Pendek: iPhone 17 Pro Max dipandang sebagai “emas digital” yang likuid. Pemilik cenderung menjualnya saat membutuhkan uang tunai cepat karena nilai jual kembalinya yang masih sangat tinggi.
-
Depresiasi Rendah: Saat ini, harga bekas unit kondisi prima berada di kisaran US$967,5 (Rp 16,3 juta), hanya turun sekitar 19% dari harga rilis resmi US$1.199 (Rp 20,2 juta).
-
Tren Pasar Sekunder: Dibandingkan iPhone 16 Pro Max pada periode yang sama tahun lalu, iPhone 17 Pro Max memiliki nilai jual yang lebih tinggi sekitar US$95 (Rp 1,6 juta).
Topik Menarik: Di Balik Tingginya Angka Trade-In
Ada beberapa faktor psikologis dan ekonomi yang diprediksi menjadi alasan di balik fenomena ini:
1. Gaya Hidup “Upgrade” Instan
Banyak pengguna di AS memanfaatkan program cicilan atau langganan yang memungkinkan mereka berganti ponsel setiap kali ada inovasi baru di pasar sekunder, meski ponsel lama mereka baru berusia 5 bulan.
2. Kebutuhan Likuiditas di Awal Tahun
Pasca pengeluaran besar di akhir tahun (libur Natal dan Tahun Baru), banyak pengguna yang memilih menjual aset gadget premium mereka untuk menyeimbangkan kembali kondisi finansial di bulan Februari.
3. Persaingan Ketat Flagship Lain
Munculnya kompetitor baru di awal tahun 2026 mungkin menggoda sebagian pengguna early adopter untuk berpindah haluan dan mencoba teknologi dari brand pesaing dengan modal hasil penjualan iPhone 17 Pro Max.
Intisari Berita (Key Takeaways)
Dominasi Pasar: iPhone 17 Pro Max menguasai 11,5% dari daftar 20 ponsel yang paling banyak ditukar tambah.
Kualitas Terjamin: Mayoritas unit (86%) yang dijual kembali tidak memiliki cacat fisik maupun sistem.
Nilai Investasi: Perangkat ini terbukti menjadi salah satu smartphone dengan retensi nilai (resale value) terbaik di pasar global saat ini.
Kesimpulan
Fenomena ini membuktikan bahwa iPhone 17 Pro Max bukan sekadar alat komunikasi, melainkan instrumen ekonomi yang stabil. Bagi Anda yang berencana membeli atau menjual. Waktu saat ini merupakan momentum terbaik di mana harga pasar sekunder masih berada di titik tertinggi. Hal ini sebelum rilis seri berikutnya di akhir tahun nanti.









