Pemilik iPhone 17 Pro Max Ramai-Ramai Jual HP Padahal Baru 5 Bulan

Fenomena iPhone 17 Pro Max: Baru 5 Bulan Rilis, Jadi Raja Pasar Tukar Tambah di AS

CALIFORNIA – Belum genap setengah tahun sejak peluncuran globalnya pada September lalu, iPhone 17 Pro Max kini justru mendominasi pasar ponsel bekas. Laporan terbaru dari platform riset harga ponsel, SellCell, mengungkapkan tren mengejutkan di mana flagship terbaru Apple ini menjadi perangkat yang paling banyak dijual kembali (trade-in) di Amerika Serikat.

iPhone

Berdasarkan data yang dihimpun dari 40 pembeli independen, volume tukar tambah iPhone 17 Pro Max meroket tajam. Dari hanya 5,1% pada November, angka ini melonjak drastis menjadi 11,5% pada awal Februari 2026.


Mengapa Pengguna Menjual iPhone 17 Pro Max Begitu Cepat?

Menariknya, lonjakan penjualan ini bukan dipicu oleh kerusakan produk. Data menunjukkan bahwa 86% unit yang dijual kembali berada dalam kondisi “Prima” (Mint) atau “Baik”. Artinya, pemilik melepaskan perangkat mereka dalam keadaan hampir baru.

Berikut adalah beberapa poin intisari dari laporan tersebut:

  • Aset Jangka Pendek: iPhone 17 Pro Max dipandang sebagai “emas digital” yang likuid. Pemilik cenderung menjualnya saat membutuhkan uang tunai cepat karena nilai jual kembalinya yang masih sangat tinggi.

  • Depresiasi Rendah: Saat ini, harga bekas unit kondisi prima berada di kisaran US$967,5 (Rp 16,3 juta), hanya turun sekitar 19% dari harga rilis resmi US$1.199 (Rp 20,2 juta).

  • Tren Pasar Sekunder: Dibandingkan iPhone 16 Pro Max pada periode yang sama tahun lalu, iPhone 17 Pro Max memiliki nilai jual yang lebih tinggi sekitar US$95 (Rp 1,6 juta).


Topik Menarik: Di Balik Tingginya Angka Trade-In

Ada beberapa faktor psikologis dan ekonomi yang diprediksi menjadi alasan di balik fenomena ini:

1. Gaya Hidup “Upgrade” Instan

Banyak pengguna di AS memanfaatkan program cicilan atau langganan yang memungkinkan mereka berganti ponsel setiap kali ada inovasi baru di pasar sekunder, meski ponsel lama mereka baru berusia 5 bulan.

2. Kebutuhan Likuiditas di Awal Tahun

Pasca pengeluaran besar di akhir tahun (libur Natal dan Tahun Baru), banyak pengguna yang memilih menjual aset gadget premium mereka untuk menyeimbangkan kembali kondisi finansial di bulan Februari.

3. Persaingan Ketat Flagship Lain

Munculnya kompetitor baru di awal tahun 2026 mungkin menggoda sebagian pengguna early adopter untuk berpindah haluan dan mencoba teknologi dari brand pesaing dengan modal hasil penjualan iPhone 17 Pro Max.


Intisari Berita (Key Takeaways)

  • Dominasi Pasar: iPhone 17 Pro Max menguasai 11,5% dari daftar 20 ponsel yang paling banyak ditukar tambah.

  • Kualitas Terjamin: Mayoritas unit (86%) yang dijual kembali tidak memiliki cacat fisik maupun sistem.

  • Nilai Investasi: Perangkat ini terbukti menjadi salah satu smartphone dengan retensi nilai (resale value) terbaik di pasar global saat ini.


Kesimpulan

Fenomena ini membuktikan bahwa iPhone 17 Pro Max bukan sekadar alat komunikasi, melainkan instrumen ekonomi yang stabil. Bagi Anda yang berencana membeli atau menjual. Waktu saat ini merupakan momentum terbaik di mana harga pasar sekunder masih berada di titik tertinggi. Hal ini  sebelum rilis seri berikutnya di akhir tahun nanti.

kera4d

Tags:

Epstein Files Makan Korban Baru: Bos Pelabuhan Raksasa Dubai

Skandal Dokumen Epstein: CEO DP World Sultan Ahmed Bin Sulayem Resmi Mundur

DUBAI – Dunia bisnis internasional diguncang oleh pengumuman mengejutkan dari raksasa logistik global, DP World. Chairman sekaligus CEO, Sultan Ahmed Bin Sulayem, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Sabtu (14/2/2026). Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan global terkait dugaan keterkaitannya dengan berkas perkara Jeffrey Epstein yang baru saja dirilis.

Epstein

Kejatuhan Tokoh Paling Berpengaruh di Timur Tengah

Bin Sulayem bukan sekadar eksekutif biasa; ia adalah arsitek utama di balik ekspansi masif Dubai sebagai pusat logistik dunia. Namun, namanya muncul dalam dokumen yang dipublikasikan oleh Departemen Kehakiman AS, memicu pengawasan ketat dari regulator dan mitra bisnis internasional.

Menyusul pengunduran diri tersebut, Penguasa Dubai langsung mengeluarkan dekrit untuk menunjuk ketua baru bagi Dubai’s Ports, Customs and Free Zone Corporation, guna menjaga stabilitas di salah satu sektor paling strategis bagi ekonomi Uni Emirat Arab (UEA).


Dampak Ekonomi: Tekanan dari Investor Global

Keputusan mundur ini tampaknya dipicu oleh “efek domino” dari lembaga keuangan besar yang mulai menarik diri. Dua institusi raksasa menyatakan sikap tegas pekan ini:

  1. British International Investment (BII): Badan pembiayaan pembangunan Inggris ini sempat menangguhkan investasi baru, namun kini menyambut baik pergantian kepemimpinan demi kelanjutan proyek di Afrika.

  2. La Caisse (CDPQ) Kanada: Dana pensiun terbesar kedua di Kanada ini menegaskan telah mengambil langkah tepat dan siap bekerja sama dengan manajemen baru untuk mengamankan portofolio pelabuhan mereka di seluruh dunia.


Struktur Kepemimpinan Baru DP World

Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, DP World telah menunjuk dua sosok veteran:

  • Essa Kazim (Chairman Dewan Direksi): Saat ini menjabat sebagai Gubernur Dubai International Financial Centre (DIFC).

  • Yuvraj Narayan (Group CEO): Sosok internal yang telah bergabung sejak 2004 dan sebelumnya menjabat sebagai Deputy CEO.


Intisari Berita: Mengapa Ini Penting?

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan ekonomi global, berikut adalah poin-poin krusial yang perlu dipahami:

  • Integritas ESG: Kasus ini menunjukkan bahwa isu etika dan reputasi kini memiliki bobot yang sama besarnya dengan kinerja finansial dalam mempertahankan kepercayaan investor (Environmental, Social, and Governance).

  • Stabilitas Logistik Global: DP World mengelola puluhan terminal laut di seluruh dunia. Pergantian kepemimpinan yang cepat bertujuan mencegah gangguan pada rantai pasok global.

  • Transparansi Hukum AS: Keterlibatan Departemen Kehakiman AS dalam merilis dokumen Epstein membuktikan bahwa jangkauan hukum mereka mampu mengguncang struktur kekuasaan di luar yurisdiksi Amerika.


Topik Pembahasan Menarik (Deep Dive)

1. Akankah Proyek di Afrika Terhambat?

DP World adalah pemain kunci dalam modernisasi pelabuhan di Afrika. Dengan kembalinya dukungan dari BII pasca mundurnya Bin Sulayem, fokus kini beralih pada apakah kepemimpinan baru dapat mempertahankan momentum pembangunan infrastruktur di benua tersebut tanpa hambatan birokrasi akibat skandal ini.

2. Efek “Cancel Culture” di Level Korporat

Kasus ini menjadi preseden kuat bagaimana dokumen hukum masa lalu dapat menghancurkan karier eksekutif papan atas dalam hitungan hari. Apakah ini awal dari pembersihan besar-besaran eksekutif global lainnya yang namanya tercantum dalam berkas serupa?

3. Strategi “Damage Control” Dubai

Langkah cepat Penguasa Dubai mengeluarkan dekrit dalam waktu kurang dari 24 jam menunjukkan betapa vitalnya DP World bagi kedaulatan ekonomi UEA. Pengangkatan Essa Kazim yang memiliki latar belakang finansial kuat dipandang sebagai upaya meyakinkan pasar modal bahwa DP World tetap “aman.”

togel2win

Tags:

Produksi Batu Bara RI Dipangkas Harga Justru Turun, Ini Kata Pengusaha

Strategi Pemangkasan Produksi Batu Bara RI 2026: Mampukah Dongkrak Harga Global?

JAKARTA – Industri pertambangan emas hitam Indonesia tengah memasuki fase krusial di awal tahun 2026. Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) secara resmi merespon dinamika penurunan harga batu bara dunia yang terus terkoreksi meski Indonesia telah mengambil langkah berani dengan memangkas target produksi nasional.

Batu Bara

Pemerintah Tekan Produksi ke Level 600 Juta Ton

Sebagai salah satu eksportir terbesar dunia, Indonesia menetapkan kebijakan strategis dengan membatasi produksi batu bara di level 600 juta ton untuk tahun 2026. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Tujuan utamanya adalah menciptakan keseimbangan pasar dan memberikan stimulus agar harga batu bara dunia kembali merangkak naik.

Namun, realita pasar berkata lain. Merujuk data Refinitiv, harga batu bara justru ditutup melemah di posisi US$ 115,1 per ton (turun 0,71%) pada perdagangan Selasa (3/2/2026), melengkapi tren penurunan sebesar 2,04% dalam dua hari beruntun.


Analisis APBI: Mengapa Harga Masih Melandai?

Direktur Eksekutif APBI, Gita Mahyarani, mengungkapkan bahwa pergerakan harga saat ini masih sangat didominasi oleh hukum fundamental pasokan dan permintaan (supply and demand). Ada beberapa faktor eksternal yang menjadi “rem” bagi kenaikan harga:

  1. Melimpahnya Inventori Negara Konsumen: Stok di gudang penyimpanan negara-negara tujuan ekspor utama masih sangat tinggi.

  2. Kemandirian Energi Importir: Negara-negara yang biasanya bergantung pada impor mulai meningkatkan produksi domestik mereka sendiri.

  3. Sentimen Musiman: Menjelang periode liburan di China, aktivitas industri cenderung moderat sehingga permintaan tidak melonjak tajam.

“Pelemahan harga saat ini dipengaruhi oleh stok tinggi di negara konsumen dan peningkatan produksi domestik di beberapa negara importir utama,” ujar Gita Mahyarani (4/2/2026).


Kondisi Pasar Asia dan Proyeksi Kedepan

Meskipun produksi ditekan, distribusi ke pasar regional Asia dilaporkan masih berjalan lancar. Pelaku usaha pertambangan nasional sejauh ini masih mampu memenuhi komitmen kontrak. Namun, Gita memberikan catatan penting bahwa seiring dengan berjalannya penyesuaian produksi di sisa tahun ini, volume ekspor ke Asia berpotensi mengalami pengurangan.

Di China sendiri, harga thermal coal bergerak terbatas. Meski ada aksi pre-holiday restocking (pembelian stok sebelum libur), daya beli konsumen akhir dinilai belum cukup kuat untuk memicu tren bullish atau kenaikan harga yang berkelanjutan.


Penjelasan Penting (FAQ & SEO Insights)

Untuk memahami lebih dalam mengenai fenomena ini, berikut adalah poin-poin kunci yang perlu diperhatikan:

  • Mengapa Kebijakan Kuota Produksi Penting? Pembatasan produksi berfungsi sebagai kontrol suplai. Jika suplai berkurang sementara permintaan stabil, secara teori harga akan naik. Indonesia sedang mencoba menggunakan bargaining power ini di pasar global.

  • Dampak Harga US$ 115 bagi Emiten Tambang: Level harga ini masih tergolong moderat, namun penurunan yang terus-menerus dapat menekan margin keuntungan perusahaan tambang, terutama yang memiliki biaya operasional tinggi.

  • Apa itu Thermal Coal? Jenis batu bara yang digunakan terutama untuk pembangkit listrik (PLTU). Pergerakan harganya sangat dipengaruhi oleh kebijakan energi hijau dan konsumsi listrik industri.

slotbola88

Tags:

Update Wabah Mematikan Guncang India, Pakistan-Vietnam Beri Respons

Waspada Virus Nipah: Pakistan dan Vietnam Perketat Perbatasan Usai Temuan Kasus di India

ISLAMABAD – Gelombang kewaspadaan terhadap ancaman epidemi baru kini tengah menyelimuti kawasan Asia. Pakistan resmi menjadi negara terbaru yang memperketat protokol kesehatan di seluruh pintu masuk negara. Langkah drastis ini diambil menyusul konfirmasi dua kasus positif Virus Nipah (NiV) di India yang memicu kekhawatiran akan penyebaran lintas batas.

Pakistan

Pengetatan di Pintu Masuk: Pakistan dan Vietnam Siaga Satu

Departemen Layanan Kesehatan Perbatasan Pakistan menginstruksikan pemeriksaan ketat terhadap setiap individu yang memasuki wilayahnya. Meski hubungan diplomatik dan mobilitas antara Pakistan dan India sedang berada di titik terendah pasca-konflik Mei 2025, otoritas tidak ingin mengambil risiko.

“Sangat penting untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan dan pengawasan di perbatasan Pakistan,” tulis pernyataan resmi Departemen Layanan Kesehatan Perbatasan (29/1/2026).

Skema pemeriksaan mencakup:

  • Pemindaian Suhu Tubuh: Berlaku di bandara, pelabuhan, dan perbatasan darat.

  • Penilaian Klinis: Pemeriksaan fisik bagi pelancong dengan gejala mencurigakan.

  • Tracing 21 Hari: Kewajiban melaporkan riwayat perjalanan selama tiga minggu terakhir untuk mendeteksi transit di area berisiko tinggi.

Langkah serupa juga menggema di Vietnam. Otoritas di Hanoi dan Ho Chi Minh City telah mengerahkan pemindai suhu tubuh di Bandara Internasional Noi Bai, khususnya bagi penumpang yang memiliki riwayat perjalanan dari Benggala Barat, India.


Mengenal Virus Nipah: Mengapa Dunia Begitu Khawatir?

Virus Nipah bukanlah ancaman baru, namun tetap menjadi salah satu yang paling mematikan. Berdasarkan data WHO, virus yang bersumber dari kelelawar buah (Pteropodidae) ini memiliki karakteristik yang mengkhawatirkan:

  1. Tingkat Kematian Tinggi: Mencapai 40% hingga 75%, jauh lebih tinggi dibandingkan COVID-19.

  2. Gejala Berat: Mulai dari demam, sakit kepala, hingga peradangan otak (ensefalitis) yang fatal.

  3. Belum Ada Vaksin: Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan spesifik yang disetujui secara global.

Update Kondisi di India

Kementerian Kesehatan India melaporkan telah melacak 196 orang yang melakukan kontak erat dengan dua pasien terkonfirmasi di Benggala Barat. Kabar baiknya, hingga saat ini seluruh kontak erat dinyatakan negatif dan tidak menunjukkan gejala. India, khususnya wilayah Kerala dan Benggala Barat, memang dikenal sebagai zona panas (hotspot) Nipah karena interaksi tinggi antara manusia dan habitat kelelawar.


Topik Menarik: Mengapa Nipah Menjadi “Ancaman Pandemi Berikutnya”?

Selain berita utama di atas, berikut adalah beberapa poin krusial yang perlu diperhatikan terkait fenomena ini:

  • Daftar Patogen Prioritas WHO: Nipah masuk dalam daftar pendek patogen yang berpotensi menyebabkan pandemi global karena kemampuan mutasinya dan tingginya angka fatalitas.

  • Dampak Perubahan Iklim: Para ahli meyakini hilangnya habitat kelelawar akibat deforestasi memaksa hewan tersebut mendekat ke pemukiman manusia, meningkatkan risiko “spillover” atau lompatan virus dari hewan ke manusia.

  • Perlombaan Vaksin CEPI: Koalisi untuk Inovasi Kesiapan Epidemi (CEPI) tengah mendanai berbagai riset. Hingga Desember 2025, tercatat sudah ada 750 kasus global dengan 415 kematian. Keberhasilan uji coba vaksin dalam waktu dekat menjadi tumpuan harapan dunia.


Tips Pencegahan untuk Pelancong

Bagi Anda yang merencanakan perjalanan internasional di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara:

  1. Hindari kontak dengan kelelawar atau babi yang sakit.

  2. Jangan mengonsumsi buah yang tampak bekas gigitan hewan.

  3. Hindari meminum nira/air pohon kurma mentah yang berisiko terkontaminasi urin kelelawar.

  4. Selalu gunakan masker dan cuci tangan di area publik yang padat.

dewilanjar.com

Tags:

Menperin Ungkap Kabar Terbaru Insentif EV di 2026

Menperin Agus Gumiwang Bocorkan Nasib Insentif EV 2026: Fokus pada First Buyer!

JAKARTA – Kepastian mengenai kelanjutan insentif kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di tahun 2026 mulai menemui titik terang. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengonfirmasi bahwa saat ini pemerintah sedang menggodok skema stimulus baru bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Insentif EV

Dalam keterangannya usai rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI pada Senin (26/1/2026), Agus menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menentukan teknis dan besaran insentif yang akan digelontorkan.

Fokus pada Pembeli Pertama (First Buyers)

Satu hal menarik yang menjadi sorotan dalam kebijakan tahun ini adalah perubahan sasaran. Agus mengungkapkan bahwa pemerintah akan memprioritaskan masyarakat yang baru pertama kali ingin memiliki kendaraan listrik.

“Kalau kita bicara soal electric car, first buyers itu menjadi prioritas kami. Angka-angkanya nanti bisa spill pelan-pelan,” ujar Agus. Langkah ini dinilai strategis untuk mempercepat transisi energi dan memperluas adopsi EV di kalangan masyarakat luas, bukan hanya di segmen kolektor atau pengguna lama.

Skema Lebih Detail: Bukan Sekadar Subsidi Umum

Berbeda dengan insentif masa pandemi Covid-19 yang bersifat umum, usulan insentif 2026 ini disebut akan jauh lebih spesifik dan terperinci. Beberapa poin krusial yang menjadi indikator pemberian insentif meliputi:

  1. Segmentasi Kendaraan: Pengelompokan jenis kendaraan yang lebih ketat.

  2. Teknologi yang Digunakan: Mendorong penggunaan teknologi baterai dan efisiensi terbaru.

  3. Bobot TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri): Semakin tinggi penggunaan komponen lokal, semakin besar peluang mendapatkan stimulus.


Analisis: Mengapa Insentif EV 2026 Begitu Krusial?

Selain pernyataan resmi Menperin, terdapat beberapa poin pembahasan menarik mengapa kebijakan ini dinantikan oleh pasar:

  • Menjaga Momentum Pertumbuhan Industri: Industri otomotif nasional sedang bertransformasi menjadi hub EV di Asia Tenggara. Kepastian insentif adalah sinyal positif bagi investor manufaktur baterai dan perakitan mobil listrik.

  • Persaingan Harga dengan Mobil Konvensional (ICE): Tanpa insentif, selisih harga antara mobil listrik dan mobil bensin masih cukup lebar. Stimulus ini diharapkan mampu menekan harga jual agar lebih kompetitif bagi kelas menengah.

  • Pencapaian Target Net Zero Emission: Percepatan adopsi EV adalah tulang punggung pemerintah dalam menurunkan emisi karbon di sektor transportasi.

Kapan Kebijakan Ini Ketok Palu?

Hingga saat ini, pihak Kemenperin belum bisa memberikan tanggal pasti kapan pembahasan ini akan rampung. Namun, mengingat usulan sudah berada di meja Menteri Keuangan, pelaku industri berharap regulasi ini dapat segera diimplementasikan untuk menjaga gairah pasar otomotif di awal tahun 2026.

rtp kera4d alternatif

Tags:

RI Makin Gencar Transaksi Mata Uang Lokal, Hemat Devisa US$ 25,66 M

Dedolarisasi Nyata: Transaksi Mata Uang Lokal Indonesia Tembus US$ 25,66 Miliar di 2025

JAKARTA – Tren ketergantungan Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan penurunan signifikan. Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan drastis pada penggunaan Local Currency Transaction (LCT) atau transaksi mata uang lokal dalam perdagangan internasional sepanjang tahun 2025.

Mata Uang Lokal

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa nilai transaksi non-dolar ini mencapai US$ 25,66 miliar hingga Desember 2025. Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar US$ 12 miliar.

“Sepanjang Januari sampai Desember 2025, volume meningkat mencapai US$ 25,66 miliar. Ini adalah strategi nyata kita untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar,” ujar Destry dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (21/1/2026).


Intisari Berita (Key Highlights)

  • Efisiensi Devisa: Penggunaan LCT berhasil menghemat devisa negara setara US$ 25,66 miliar karena transaksi tak lagi lewat konversi dolar AS.

  • Pertumbuhan Eksponensial: Terjadi kenaikan volume transaksi sebesar 113% secara year-on-year (2024 ke 2025).

  • Fokus Mata Uang: Penguatan pasar difokuskan pada pasangan mata uang Rupiah-Yen (Jepang) dan Rupiah-Renminbi (Tiongkok).

  • Efisiensi Perbankan: BI mulai memotong rantai transaksi yang sebelumnya harus melalui dolar, dialihkan langsung ke mata uang negara mitra.


Strategi Memotong Rantai Dolar

Menurut Destry, BI kini lebih agresif membuka pasar untuk perdagangan langsung tanpa perantara dolar. Salah satu fokus utamanya adalah pasar IDR-CNY (Yuan China) dan IDR-JPY (Yen Jepang).

“Banyak bank sebenarnya butuh CNY (Yuan), tapi selama ini transaksinya harus lewat dolar dulu. Inilah yang kami potong. Kami mendorong pasar IDR-CNY agar lebih aktif. Dalam sebulan terakhir, kami sangat aktif di dua mata uang tersebut,” tegasnya.

Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat Tiongkok dan Jepang merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Dengan meminimalkan peran dolar, biaya transaksi menjadi lebih murah dan risiko fluktuasi kurs dolar terhadap Rupiah dapat ditekan.

Mengapa Tren LCT Semakin Kuat?

Pengamat ekonomi menilai keberhasilan LCT di tahun 2025 dipicu oleh beberapa faktor:

  1. Kepastian Hukum: Regulasi BI yang semakin memudahkan eksportir dan importir menggunakan mata uang lokal.

  2. Digitalisasi Pembayaran: Integrasi QRIS antarnegara (Cross-border QR Payment) yang juga mendukung ekosistem LCT di kawasan ASEAN.

  3. Stabilitas Eksternal: Di tengah ketidakpastian kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed), diversifikasi mata uang menjadi jaring pengaman bagi stabilitas Rupiah.

kadobet

Tags:

Jet Tempur F-35 Laris Manis! Pengiriman Pecah Rekor, Dunia Berebut

Rekor Sejarah 2025: Lockheed Martin Kirim 191 Unit F-35, Dominasi Langit Global Tak Terbendung

WASHINGTON D.C. – Industri aviasi militer dunia mencatatkan tonggak sejarah baru pada tahun 2025. Lockheed Martin resmi mengumumkan pengiriman 191 unit jet tempur F-35 Lightning II sepanjang tahun, memecahkan rekor tertinggi sebelumnya yang berada di angka 142 unit.

Lonjakan produksi ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal kuat dominasi Amerika Serikat dan sekutunya dalam peta kekuatan udara generasi kelima. Dengan laju produksi lima kali lebih cepat dibandingkan jet tempur pesaing, F-35 kini menjadi tulang punggung pertahanan global dengan populasi mencapai hampir 1.300 pesawat di seluruh dunia.

Sinergi Raksasa: Di Balik Dapur Produksi F-35

Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi “Empat Besar” industri pertahanan. Lockheed Martin sebagai kontraktor utama didukung penuh oleh:

  • Northrop Grumman: Bertanggung jawab atas sistem radar dan sensor canggih.

  • BAE Systems: Mengelola sistem peperangan elektronik dan badan pesawat bagian belakang.

  • RTX (Raytheon): Menyuplai mesin Pratt & Whitney F135 yang menjadi jantung pacu pesawat.

Kemitraan ini berhasil menuntaskan pembaruan perangkat lunak Technology Refresh 3 (TR-3), yang memberikan kemampuan komputasi lebih tinggi untuk menghadapi ancaman siber dan elektronik modern.


Ekspansi Global: Eropa dan Asia Semakin Solid

Tahun 2025 juga menandai kepercayaan internasional yang kian menebal terhadap platform ini. Beberapa poin penting perkembangan global meliputi:

  1. Penambahan Armada: Italia menambah 25 unit dan Denmark menambah 16 unit untuk memperkuat sayap timur NATO.

  2. Operasional Baru: Finlandia meluncurkan unit pertamanya, sementara Belgia resmi menyambut kedatangan F-35 di pangkalannya sendiri.

  3. Kontrak Raksasa: Kesepakatan Lots 18-19 senilai US$24 miliar telah ditandatangani untuk pengiriman hingga 296 unit tambahan di masa depan.


Analisis Strategis: Mengapa F-35 Sulit Dikalahkan?

Selain kemampuan siluman (stealth), ada tiga alasan mengapa F-35 tetap menjadi pilihan utama meski banyak pesaing baru muncul:

1. Efek Getar (Deterrence Effect)

F-35 bukan hanya pesawat tempur, melainkan “sensor berjalan”. Dengan kemampuan berbagi data secara real-time ke kapal perang, tank, dan unit infanteri, F-35 berfungsi sebagai pusat komando di udara yang membuat koordinasi tempur lawan menjadi kacau.

2. Efisiensi Biaya Jangka Panjang

Melalui kontrak Air Vehicle Sustainment terbaru, Lockheed Martin fokus pada penurunan biaya per jam terbang. Dengan populasi pesawat yang sangat besar, biaya pemeliharaan menjadi lebih efisien dibandingkan pesawat tempur yang hanya diproduksi dalam jumlah kecil.

3. Tiga Varian untuk Segala Medan

  • F-35A: Versi konvensional untuk landasan pacu standar (paling banyak digunakan).

  • F-35B: Kemampuan lepas landas pendek dan mendarat vertikal (STOVL), ideal untuk kapal induk kecil atau pangkalan terpencil.

  • F-35C: Varian khusus kapal induk besar dengan struktur sayap yang lebih kuat dan jangkauan lebih jauh.


Intisari Berita: Mengapa Informasi Ini Kredibel?

Laporan ini didasarkan pada rilis resmi Lockheed Martin melalui PR Newswire dan diperkuat dengan data kontrak dari Joint Program Office (JPO). Pencapaian satu juta jam terbang pada awal 2025 menjadi bukti empiris bahwa F-35 bukan lagi sekadar prototipe, melainkan platform yang telah teruji dalam misi tempur nyata (combat proven). Dukungan berkelanjutan dari kongres AS dan negara-negara mitra memastikan bahwa ekosistem suku cadang dan pembaruan teknologi akan tersedia hingga 40-50 tahun ke depan.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan teknologi terbaru ke tangan para prajurit guna menghadapi dan mengalahkan setiap ancaman,” tegas Chauncey McIntosh, Wakil Presiden Program F-35.

dewadepo

Tags:

Inalum Bidik Akuisisi 2 Tambang Bauksit Antam di Kalimantan

Perkuat Hilirisasi, Inalum Targetkan Akuisisi Saham Dua Tambang Bauksit Antam di 2026

JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) tengah bersiap memperkuat ekosistem industri aluminium nasional dengan berencana mengakuisisi saham di dua anak usaha pertambangan bauksit milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Kalimantan. Langkah strategis ini ditargetkan rampung pada kuartal kedua (Q2) tahun 2026.

bauksit

Head of Business Development and Strategy Group Inalum, Al Jufri, mengungkapkan bahwa rencana ini dilakukan dengan skema business to business (B to B). Ia menegaskan bahwa Inalum tidak akan mengambil alih kepemilikan secara penuh, melainkan hanya sebagai pemegang saham minoritas.

“Inalum kalaupun masuk ke satu atau dua anak usaha pertambangan bauksit, itu porsi-porsi minoritas saja di situ. Pengendali tetap di Antam,” ujar Al Jufri di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Sinergi Hulu ke Hilir

Tujuan utama dari aksi korporasi ini adalah menciptakan integrasi operasional yang lebih kuat antara sektor pertambangan (hulu) dan fasilitas pemurnian atau refinery (hilir). Dengan keterlibatan Inalum di sisi tambang, kedua perusahaan pelat merah di bawah naungan Holding BUMN Industri Pertambangan (MIND ID) ini akan berbagi risiko dan keuntungan dalam pengelolaan sumber daya.

Saat ini, Inalum tengah melakukan kajian mendalam terhadap dua lokasi tambang di Kalimantan. Proses evaluasi nilai valuasi dan kesepakatan harga masih terus berjalan untuk mencapai titik temu yang disepakati kedua belah pihak.


Pokok Pembahasan Berita

Untuk memahami konteks kerja sama ini, berikut adalah poin-poin utama yang dibahas:

  • Target Waktu: Kesepakatan bisnis diharapkan terealisasi pada paruh pertama tahun 2026, khususnya pada Kuartal II.

  • Struktur Kepemilikan: Inalum hanya akan mengambil porsi saham minoritas. PT Antam tetap memegang kendali utama sebagai pemegang saham mayoritas dan operator utama.

  • Lokasi Aset: Fokus akuisisi berada pada dua wilayah tambang bauksit strategis di Kalimantan.

  • Mekanisme Transaksi: Proses dilakukan secara profesional melalui evaluasi valuasi aset dan negosiasi harga jual-beli (B to B).

  • Tujuan Strategis: Menciptakan ketahanan pasokan bahan baku untuk alumina refinery dan memastikan efisiensi dalam ekosistem industri aluminium nasional.


Intisari Berita (Summary)

Apa yang terjadi? Inalum berencana membeli sebagian kecil saham (minoritas) di dua anak usaha tambang bauksit milik Antam di Kalimantan.

Mengapa ini dilakukan? Untuk memastikan integrasi yang erat antara tambang bauksit dengan pabrik pengolahan aluminium. Dengan cara ini, Inalum dan Antam dapat mengelola risiko operasional secara bersama-sama dari hulu hingga ke hilir.

Kapan targetnya? Proses evaluasi sedang berjalan dan ditargetkan sah secara hukum serta operasional pada Kuartal 2 tahun 2026.

Apa dampaknya bagi industri? Langkah ini memperkuat hilirisasi mineral di Indonesia, sesuai dengan mandat pemerintah untuk mengoptimalkan nilai tambah komoditas bauksit menjadi aluminium di dalam negeri.

kadobet

gmcog.online

Tags:

Kian Diminati Asing, Investasi Hulu Migas Ditargetkan Rp266 Triliun

Minat Investasi Hulu Migas RI Melonjak: SKK Migas Targetkan US$16 Miliar Didukung Strategi Jemput Bola

Intisari Berita (The Confidence Booster)

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengonfirmasi adanya peningkatan signifikan minat investasi asing di sektor hulu migas Indonesia, termasuk dari perusahaan migas negara tetangga seperti Vietnam. Optimisme ini mendorong SKK Migas menargetkan investasi hulu migas RI mencapai US$16 miliar (sekitar Rp 266 triliun) pada tahun 2026, angka yang diperkirakan sama dengan realisasi 2025. Peningkatan minat ini merupakan hasil langsung dari strategi “jemput bola” atau roadshow internasional yang berhasil menarik puluhan investor global, termasuk raksasa energi seperti BP, Shell, dan Equinor.

Migas


Investasi Asing di Hulu Migas RI Kian Atraktif

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa Indonesia kembali menjadi daya tarik utama bagi investor migas global. Minat investasi ini tidak hanya datang dari perusahaan-perusahaan besar dunia, tetapi juga dari perusahaan migas milik negara-negara tetangga.

“Terdapat beberapa perusahaan migas tetangga melirik untuk menanamkan investasinya di Indonesia, salah satunya seperti Vietnam,” kata Djoko Siswanto.

Didorong oleh iklim investasi yang semakin kondusif, SKK Migas menetapkan target investasi yang tinggi dan stabil:

  • Target Investasi 2026: US$ 16 Miliar (sekitar Rp 266 triliun)

  • Perkiraan Investasi 2025: Kurang lebih sama dengan target 2026 (Angka final masih menunggu penetapan Work Program & Budget/WP&B akhir tahun).

Target yang ambisius namun realistis ini menunjukkan keyakinan pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan sektor energi.


Strategi Jemput Bola ESDM Tuai Hasil Positif

Peningkatan drastis minat investasi ini diklaim oleh Kementerian ESDM sebagai buah dari strategi promosi proaktif yang dilakukan SKK Minyak gas, yang dikenal dengan strategi “jemput bola” atau roadshow ke luar negeri.

Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Eksplorasi dan Peningkatan Produksi, Nanang Abdul Manaf, membeberkan hasil positif dari roadshow tersebut:

  • Minat Global: Roadshow di London berhasil menarik perhatian sekitar 30 investor global, termasuk nama-nama besar seperti BP, Shell, Equinor (sebelumnya Statoil), dan Enquest.

  • Investor Baru: Perusahaan seperti Enquest kini terlibat dalam joint study di daerah Papua, sementara investor dari Taiwan, yaitu CPC, telah menyatakan ketertarikan dan meminta komunikasi langsung dengan tim SKK Minyak gas.

  • Perusahaan Eksisting: Perusahaan yang sudah beroperasi di Indonesia, seperti ENI (bersama BP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), juga turut menyatakan minatnya dalam pengembangan blok baru.

Nanang menambahkan bahwa dari 10 blok yang dibuka untuk studi pada akhir tahun ini, semuanya telah terisi. Pemerintah kini sedang menyiapkan sekitar 60 blok lagi untuk tahun berikutnya.


Kesimpulan: Momentum Positif Eksplorasi

Data dari SKK minyak gas dan Kementerian ESDM memberikan keyakinan kuat. Hal ini bahwa sektor hulu minyak gas Indonesia sedang berada di jalur pemulihan. Hal ini dan pertumbuhan. Strategi promosi aktif yang berhasil menarik puluhan investor global. Hal ini dikombinasikan dengan penetapan target investasi yang tinggi, menandakan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan cadangan dan produksi minyak gas nasional. Hal ini demi penguatan ketahanan energi.

slot online

wspublishers.com

Redenominasi Rupiah Jadi Rp1 Kalau Terjadi, Ingatkan Efek Ini

Industri Dukung Redenominasi Rupiah, Syaratnya: Stabilitas Kurs dan Transisi Matang

JakartaWacana mengenai redenominasi rupiah, atau pemangkasan tiga digit nol dari mata uang, kembali mengemuka dan mendapat respons positif namun terukur dari pelaku industri. Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) melihat kebijakan ini berpotensi memberikan manfaat besar, terutama jika dikelola dengan persiapan yang matang dan fokus pada stabilitas nilai tukar.

Redenominasi Rupiah

Sekretaris Jenderal Inaplas, Fajar Budiono, menegaskan bahwa faktor paling krusial bagi dunia usaha bukanlah sekadar perubahan nominal, melainkan kemampuan redenominasi untuk meredam gejolak kurs (nilai tukar) rupiah.

Stabilisasi Kurs Jadi Kunci Utama

Menurut Fajar, volatilitas nilai tukar mata uang asing (valas) adalah tantangan terbesar bagi industri yang sangat bergantung pada impor bahan baku. Ia berharap redenominasi dapat menjadi instrumen untuk menciptakan kurs yang lebih tenang.

“Yang penting itu sebenarnya fluktuasi valas itu bisa kita prediksi jauh-jauh hari, itu kenaikannya atau penurunannya. Jadi fluktuasinya itu bisa lebih landai-lah, jangan terlalu tajam naik turunnya. Kalau yang landai gitu sih, kita berharap dari redenominasi ini bisa membuat Rupiah ini fluktuasinya lebih landai, tidak terlalu tajam,” ujar Fajar kepada CNBC Indonesia, Senin (17/11/2025).

Perlunya Koordinasi Intensif di Masa Transisi

Meskipun mendukung tujuan kebijakan, Inaplas menyoroti tantangan terbesar yang akan muncul pada fase transisi. Proses konversi nilai dengan menghilangkan tiga digit nol berpotensi menimbulkan kebingungan dan mispersepsi di kalangan masyarakat dan pelaku usaha.

Oleh karena itu, Fajar menekankan pentingnya koordinasi intensif antara pemerintah, perbankan, dan seluruh pelaku industri. Pemerintah harus bertindak sebagai jembatan dan wasit untuk mengatasi potensi perbedaan persepsi saat nilai dikonversi.

Kejelasan Waktu Penerapan Redenominasi

Faktor lain yang sangat vital adalah kejelasan waktu penerapan (efektivitas) kebijakan. Ketidakjelasan waktu, terutama jika diterapkan mendadak, dapat memicu kekacauan administrasi dan transaksi.

Fajar mencontohkan skenario penerapan tepat di pergantian tahun. “Karena ini kan masalahnya waktu, kapan mulai dilakukannya? Jadi kan selisih satu detik pun kalau nanti itu ada perbedaan pendapat akan panjang kalau tidak ada kehadiran pemerintah sebagai wasit-nya. Yang pentingnya wasit-nya,” katanya.

Simulasi Short-Term Khusus Perbankan

Tantangan terberat, menurut Fajar, akan terjadi pada fase sangat pendek menjelang kebijakan benar-benar berlaku. Sektor perbankan, sebagai jantung transaksi, akan merasakan dampak perubahan administrasi dan sistem paling besar.

Inaplas menyarankan agar pemerintah mengadakan simulasi dan uji coba beberapa hari sebelum tanggal efektif redenominasi, khususnya untuk sistem perbankan.

“Jadi lebih banyak ke short-termnya sebenarnya. Katakanlah 31 Desember jam 23 lewat 59 mulai berlaku, teng gitu. Nah, itu kan semua transaksi kan juga harus mulai diperhitungkan. Misalnya apakah 2 hari sebelum masa berlakunya itu sudah mulai diadakan semacam simulasi-simulasi? Nah, itu yang penting di situ aja,” pungkas Fajar.


Pokok Pembahasan (Headline & Struktur SEO)

Berikut adalah poin-poin utama yang dapat dijadikan pedoman SEO dan outline artikel:

  1. Industri Dukung Redenominasi: Fokus pada dukungan dari sektor industri (Inaplas).

  2. Syarat Kestabilan Kurs: Menekankan bahwa stabilitas fluktuasi nilai tukar adalah manfaat paling penting yang diharapkan.

  3. Tantangan Transisi: Membahas potensi kebingungan dan perbedaan persepsi di awal implementasi.

  4. Urgensi Peran Pemerintah: Menyoroti perlunya pemerintah bertindak sebagai “wasit” dan jembatan koordinasi.

  5. Simulasi Perbankan: Mendesak dilakukannya simulasi dan uji coba, terutama pada sistem perbankan menjelang tanggal efektif.


Intisari Berita (Key Takeaways untuk Pembaca)

  • Dukungan Industri: Inaplas (Asosiasi Industri Plastik) secara prinsip mendukung redenominasi rupiah.

  • Fokus Utama: Manfaat terbesar yang diharapkan industri adalah kurs rupiah yang lebih landai dan mudah diprediksi.

  • Tantangan Transisi: Fase pemangkasan tiga digit berpotensi confusing dan membutuhkan koordinasi intensif pemerintah-perbankan-industri.

  • Kebutuhan Simulasi: Industri mendesak perlunya simulasi dan uji coba short-term, khususnya untuk sistem perbankan, sebelum kebijakan redenominasi benar-benar berlaku.

kadobet

takingnotespodcast.com

Tags: